Postingan

HAKIKAT SHOLAT

Gambar
HAKIKAT SHOLAT أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita hanya diri bathin (Allah) dan diri zahir  kita (Muhammad) adalah yang membawa dan menanggung rahasia AllahSWT. Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatehah yaitu : Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal) Kalimat alhamdu ini diterima ketika rasulullah isra’ dan mi’raj dan mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan  Allah SWT. Yaitu : Adam AS. Tatkala Roh (diri bathin) Adam AS. Sampai ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata alhamdulillah artinya :  segala puji bagi Allah   Apa yang di puji  adalah : Zat          (Allah)   Sifat       (Muhammad)  Asma’    (Adam)  Af’al      (Manusia) Jadi sembahyang itu bukan sekali-kali berarti : Menyembah, ta...

PERBEDAAN PENDAPAT MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

Gambar
Perbedaan Pendapat tentang Mengucapkan Selamat Natal Diantara tema yang mengandung perdebatan setiap tahunnya adalah ucapan selamat Hari Natal. Para ulama kontemporer berbeda pendapat didalam penentuan hukum fiqihnya antara yang mendukung ucapan selamat dengan yang menentangnya. Kedua kelompok ini bersandar kepada sejumlah dalil. Meskipun pengucapan selamat hari natal ini sebagiannya masuk didalam wilayah aqidah namun ia memiliki hukum fiqih yang bersandar kepada pemahaman yang mendalam, penelaahan yang rinci terhadap berbagai nash-nash syar’i. Ada dua pendapat didalam permasalahan ini : 1.  Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin—semoga Allah merahmati mereka—serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba...

Ma'Rifatul Thohgut

Gambar
Thaghut ialah segala sesuatu bentuk aturan yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Yaitu, aturan itu sendiri, si pembuat aturan maupun pelaku aturan. MAKNA THAGHUT MENURUT PENDAPAT ULAMA. - Menurut Ibnu Taimiyah, Thaghut ialah: "Segala apa yang disembah, di abdikan selain Allah ta'ala". - Didalam kamus Al-Munawwir: "Segala apa yang di sembah, di abdikan selain Allah ta'ala". - Didalam kitab Fathul Majid, Bab QS. An-Nisaa: 60, hal. 472: "Segala sesuatu yg melewati batas ukuran yg telah ditetapkan bagi seorang hamba dlm pengabdian, ikutan dan ketaatan". JENIS-JENIS THAGHUT. = Berhala, patung (Qs. Al-A'raaf, 7). 191. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dgn) berhala2 yg tak dpt menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala2 itu sendiri buatan orang. 194. Sesungguhnya berhala2 yg kamu seru selain Allah itu adalah mahluk (yg lemah) yg serupa juga dgn kamu. Maka serulah berhala2 itu lalu biarkanlah mereka memperkenan permintaanmu, jik...

Ma'Rifatul Ilmu

Gambar
BAB I Pendahuluan Ma’rifatul ilmu(mengenal ilmu)             Sering kita membahas tentang ilmu. Ilmu yang ada pada saat ini sudah dibeda-bedakan. Ada ilmu untuk dunia dan ilmu untuk akhirat. Padahal tahukah anda, bahwa semua ilmu itu berasal dari Alloh? Mengapa harus dibeda-bedakan? Ilmu dapat didefinisikan dalam beberapa cara : 1. Ilmu Menurut Bahasa (Bahasa Arab)/ Lugoh : alima- – ya’lamu- – Ilman Mengetahui – pengetahuan. Jadi ilmu menurut bahasa Arab adalah hasil dari mengetahui yang akan menjadi pengetahuan.

BERBUAT BAIK DALAM SEGALA HAL

Gambar
BERBUAT BAIK DALAM SEGALA HAL عن أبي يعلى شداد بن أوس رضي الله تعالى عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الله كتب الإحسان على كل شيء فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة وإذاذبحتم فأحسنوا الذبحة وليحد أحدكم شفرته وليرح ذبيحته (رواه مسلم) “Dari Abi Ya’la Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam, beliau bersabda,”Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat terhadap segala sesuatu. Jika kalian membunuh (dengan hak), maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik, dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya serta melegakan sembelihannya. (HR. Muslim) Syaikh as-Sa’di berkata: Berbuat kebajikan (ihsan) itu ada dua macam: 1.Berbuat baik dalam beribadah kepada Sang Pencipta, dengan menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya. Jika pun tidak melihat-Nya, maka Allah melihatnya. Yakni bersungguh-sungguh dalam menunaikan hak-hak Allah secara Ikhlas, dan menyempurnakannya. 2.Berbua...